Pada dasarnya, Israel bukan bagian dari negara yang diakui. Kelompok ini dahulunya, terlonta-lonta karena kawasannya yang semakin sempit dan tidak diperkenankan untuk memasuki daerah lain. Hal tersebut yang kemudian, menuntut mereka memperluas wilayah. Antusias mendapatkan wilayah semakin diperkuat oleh keyakinan Israel terhadap tanah suci. Beberapa sumber mengatakan, bahwa konflik Israel dimulai saat invesi seragan mulai dilakukan kepada Palestina. Palestina sendiri menjadi salah satu negara Islam yang cukup dikagumi karena mempunyai berbagai sejarah keagaman.

Termasuk perebutan Jarussalem yang diinginkan oleh Israel, sebab mereka menganggap bahwa Palestina adalah tanah suci yang sudah harus menjadi hak mereka. Kekacauan perang ini semakin membesar karena konflik ditungangi oleh beberapa pihak kuat lainnya. Misalnya saja, dukungan Inggris yang diberikan kepada Israel dengan mengirim kecanggihan peralatan. Hal itu tentu saja mempermudah mereka untuk meluluhlantakan warga Palestina. Bahkan beberapa waktu lalu, publik dunia dibuat miris dengan kelakukan Israel yang menjatuhkan bom di Gaza pada siang hari. Tidak hanya itu, konflik ini semakin memanas karena ikut campur politik didalamnya. Bukan hal mengherankan jika kemudian, perang yang telah merengut begitu banyak nyawa tersebut tak mampu terlesaikan. Keyakinan akan Tuhan, politik, dan keganasan ambisi membuat Israel melakukan berbagai upaya seragan yang membabi buta.

Dampak Konflik Israel Bagi Palestina
Pada dasarnya, para sejarawan telah menjelaskan bahwa konflik Israel dengan Palestina telah terjadi dalam kurun waktu yang lama. Permasalahan ini tidak hanya dipicu oleh keinginan Israel mendapatkan wilayah. Melainkan, terdapat kepercayaan tanah suci yang seharusnya menjadi milik mereka. Disadari atau tidak, keyakinan tersebut yang membuat Israel semakin gegabah dalam melakukan berbagai seragan. Mereka tidak mempertimbangkan anak-anak dan perempuan, semua warga Palestina dianggap sebagai musuh yang harus dimusnahkan. Keadaan ini yang kemudian, mengerakan hati warga dunia untuk melakukan donasi. Bantuan itu dikirim kepada Palestina dengan caranya masing-masing. Pasalnya, Israel sangat membatasi kunjungan negara lain di Palestina. Nah, berikut ini beberapa dampak negatif dari konflik tersebut:

  1. Korban jiwa yang terus bertambah
    Seperti yang sudah dijelaskan, Israel mendapat dukungan dari Inggris untuk melakukan serangan terhadap Palestina. Hal tersebut otomatis, membuat Israel mempunyai kendali lebih besar untuk melakukan seragan. Sedangkan, warga Palestina hanya berbekal beberapa senjata yang tidak sebanding dengan kecanggihan pistol maupun bom yang terus dijatuhkan oleh Israel. Jadi, sangat wajar jika korban jiwa terus melayang setiap harinya.
  2. Kecaman Israel yang brutal
    Potensi yang dimiliki Palestina untuk meningkatkan perekonomian memang tak perlu dipertanyakan. Selain Yarussalem, Israel juga mengincar jalur Gaza sebagai wilayah yang ingin dikuasainya. Keinginan tersebut yang kemudian, membuat Israel semena-mena terhadap warga yang berada di Gaza. Meskipun begitu, masyarakat dunia tidak tinggal diam. Masih banyak negara yang juga membela Palestina dengan melakukan kecaman internasional terhadap tindakan Israel yang dianggap telah diluar batas kemanusiaan.
  3. Nasib Para Anak Palestina
    Hal lain yang juga tak kalah miris dari konflik tak berkesudahan ini adalah masa depan anak-anak di Palestina yang terurus. Mereka tidak dapat merasakan senangnya bermain dan belajar. Setiap hari mereka mendapat pemadangan yang tidak menyenangkan. Mulai dari penyiksaan, bom, rumah yang hancur, dan traumatis. Tak jarang, anak-anak ini harus menangis meminta penjelasan terhadap kekerasan tentara Israel.