Awal Sejarah Negara Israel

Israel merupakan salah satu negara yang berada di Timur Tengah. Negara tersebut dikelilingi oleh Laut Tengah, Mesir, Yordania, gurun pasir Sinai dan negara Lebanon. Israel merupakan negara Yahudi satu-satunya yang ada di dunia. Daam bahasa Ibrani, Israel disebut dengan Eretz Yisrael. Kata tersebut berarti tanah suci milik bangsa Yahudi. Berdasarkan dengan kitab Taurat, Israel merupakan tanah yang dijanjikan Tuhan kepada 3 patriak Yahudi. Para ilmuan menilai bahwa kejadian tersebut terjadi pada tahun kedua sebelum masehi. Pada awal abad kesebelas sebelum masehi, ada banyak negara dan kerajaan yang berdiri di tanah Israel. Baik negara dan kerajaan yang berdiri telah memerintah tanah Israel telah memerintah selama ribuan tahun. Pada periode Israel mengalahkan muslim di abad ketujuh, tanah Israel berada dibawah pemerintahan Persia, Romawi, kerajaan Yehuda Asiria, Bizantium, Babilonia dan Sassania. Akibat perang Bar Kokhba dimana bangsa Yahuni melawan kekaisawan Romawi, jumlah kaum Yahudi mengalami pengurangan yang sangat drastis.

Pada tahun 629, kaisar asal Bizantium melakukan pengusiran kepada orang Yahudi. Dengan kejadian tersebut, jumlah orang-orang Yahudi kian berkurang. Meskipun terjadi pengurangan jumlah orang Yahudi, masih ada sekolompok kecil orang Yahudi yang bertahan di tanah Israel. Masyrakat Yahudi yang terusir memiliki keinginan yang kuat untuk kembali ke Israel. Kerinduan dan keinginan bangsa Yahudi tersebut dapat dilihat melalui Alkitab. Penindahan bangsa Yahudi yang dilakukan oleh Katolik membuatnya harus berpindah ke Eropa. Pada abad ke-16, orang Yahudi banyak yang menetap di Safed, Yerusalem, Tiberias dan Hebron. Keempat kota tersebut merupakan kota suci bagi umat Yahudi. Bangsa Yahudi yang dahulunya tinggal di Eropa kemudian kembali ke tanah Israel pada abad ke-18. Perpindahan penduduk yang terjadi secara besar-besaran tersebut dikenal dengan istilah Aliyah Pertama. Kala itu, bangsa Yahudi melarikan diri akibat pogrom yang terjadi di kawasan Eropa Timur.

Gerakan zionisme sudah ada sejak zaman dahulu. Orang pertama yang melakukan gerakan zionisme tersebut adalah Theodor Herzi. Tujuan dari gerakan tersebut adalah mendirikan negara Yahudi pada tanah Israel. Aliyah kedua terjadi pada tahun 1904 hingga tahun 1014. Ada sekitar 40 ribu orang Yahudi yang berpindah ke negara Palestina. Imigrasi bangsa Yahudi terus berlanjut hingga Aliyah keempat. Pada kejadian tersebut ada sekitar 100 ribu orang Yahudi yang pindah ke Palestina. Britania Raya dan Yahudi terlibat perseteruan pada tahun 1945. Pemerintah Britania kemudian menarik dirinya dari mandat Pelestina. Menurut Britania, ia tidak mendapatkan solusi yang masuk akal dari bangsa Yahudi dan orang-orang Arab. Tahun 1947, PBB membagi Palestina menjadi 2 negara. Kedua negara tersebut adalah Yahudi dan Arab. Bangsa Yahudi menerima keputusan tersebut namun bangsa Arab menolaknya. Perang saudara kemudian terjadi yang menyebabkan perekonomian negara mengalami keruntuhan.

Bangsa Yahudi kemudian memproklamirkan dirinya sebagai negara Israel. Akibatnya, Mesir, Yordania, Suriah, Irak dan Lebanon melakukan serangan terhadap negara Israel. Satu tahun berselang, gencatan senjatapun dilakukan. Untuk menetapkan garis wilayah sementara, Garis Hijau kemudian diberlakukan. Israel kemudian diakui sebagai negara oleh PBB pada tahun 1949. Konflik yang terjadi diantara Israel dan bangsa Arab membuat 711 ribu warga Palestina harus mengungsi. Banyak negara Arab yang masih menolak keberadaan negara Israel hingga saat ini karena perebutan wilayah kekuasaan terhadap negara Palestina. Perebutan wilayah pun masih terjadi hingga saat ini.