Awal Mula Munculnya Konflik Antara Israel dan Palestina

Berbicara mengenai konflik yang terjadi antara Israel dan Palestina tidak ada habisnya. Kedua negara tersebut memiliki sejarah yang dalam sebelum negara diakui oleh dunia. Israel merupakan negara yang terletak di kawasan Timur Tengah. Serupa dengan Israel, Palestina pun menjadi negara yang berada di Timur Tengah. Sejak berdirinya kedua negara, baik Israel dan Palestina tidak dapat rukun hingga sekarang. Bulan Mei tahun 2021 lalu, militer negara Israel bahkan melakukan serangan ke Jalur Gaza. Akibatnya, banyak bangunan dan infrastruktur Hamas mengalami kerusakan yang cukup fatal. Pada konflik tersebut, ada sekita 212 orang yang menghembuskan napas terakhir dan 1400 orang yang mengalami luka-luka. IDF atau pasukan pertahanan milik Israel menyebutkan bahwa penembakan yang dilakukan oleh Hamas menyebabkan 10 warga Israel mengalami kematian. Dua diantaranya merupakan anak-anak.

Polisi Israel dan pengujuk rasa asal Palestina terus melakukan benturan di Yerusalem. Yerusalem sendiri merupakan kota suci bagi tiga kepercayaan, yakni Kristen, Muslim dan Yahudi. Jika menilik sejarahnya, kota Yerusalem merupakan titik konfrontasi yang terjadi diantara bangsa Arab dan Yahudi. Konfrontasi tersebut telah terjadi lebih dari seabad. Kota tersebut juga menjadi kota yang saling diperebutkan oleh masing-masing kepercayaan. Tahun 1948 merupakan tahun dimana Palestina mulai disebut-sebut. Palestina mengacu pada sungai Yordan dan laut Mediterania. Wilayah tersebut dikenal oleh bangsa Arab sebagai Palestina. Pengakuan tersebut terjadi pada abad ke-20. Negara Inggris pernah berkuasa di tanah terjadi ketika Perang Dunia Pertama terjadi. Palestina kemudian ditinggali oleh minoritas bangsa Arab dan minoritas bangsa Yahudi. Dua abad pemerintahan Inggris, PBB mengusulkan untuk membagi tanah Palestina menjadi 2 bagian. Kedua bagian tersebut adalah Arab yang merdeka dan Yahudi yang merdeka.

Yerusalem sendiri diklaim sebagai pusat kota dan ibu kota bagi bangsa Yahudi. Kota tersebut juga akan memiliki status khusus dan menjadi wilayah internasional. Yahudi menerima keputusan tersebut namun penolakan terjadi dari warga Palestina. Inggris kemudian menarik dirinya dari kawasan Palestina menjadi negara yang merdeka pada tahun 1949. Palestina dan negara Arab yang keberatan kemudian bersatu untuk mencegah munculnya negara Israel. Karena keberatan inilah yang memicu terjadinya perang antara Israel dan negara-negara Arab. Israel kemudian mengusai kawasan bekas pemerintahan Inggris dan Yerusalem ketika perang berakhir. Mesir menguasai Gaza dan Yordania menduduki Tepi Barat. Sekitar setengah populasi bangsa Arab Palestina kemudian diusir dan melarikan diri. Perang antara Palestina dan Israel pun terus terjadi.

Israel berusaha untuk merebut semenanjung Sinai dan jalur Gaza dari Mesir. Perang yang terjadi enam hari ini dimanfaatkan oleh Israel untuk menaklukkan kawasan-kawasan yang berada di sekitanya. Setelah berhasil menaklukkan beberapa wilayah di dekatnya, Israel kemudian menawarkan untuk mengembalikan daerah yang pernah direbut dengan jaminan bangsa Arab harus menerima dan mengakui hak negara Israel untuk mendapatkan jaminan serangan di masa yang akan datang dan jaminan untuk hidup. Tawaran tersebut kemudian ditolak mentah-mentah oleh bangsa Arab. Mesir merupakan negara Arab yang merundingkan kembali pengembalian semenanjung Sinai. Perundingan tersebut berbuah pengakuan diplomatik Israel secara penuh. Konflik yang terjadi antara Israel dan Palestina terjadi selama beberapa dekade. Pemimpin Palestina menginginkan kesepakatan secara damai sedangkan bangsa Yahudi terus berupaya membangun pemukian di wilayah-wilayah yang telah mereka duduki. Karena hal ini pula, konflik antara negara Israel dan Palestina terus terjadi hingga kini.